
Bagaimana rasanya menyembunyikan perasaan yang sudah ternyatakan dengan jelas dalam perbuatan?
Haruskah untaian kata tetap jadi senjata?

Perasaan yang begitu besar, yang bisa mengalahkan segalanya.
Cinta...
Sesuatu yang begitu luar biasa, yang bisa membuat batu melunak.
Cinta...
Suatu anugrah yang begitu indah, yang bisa menutupi semua pedih dan perih.

Apakah cinta akan jadi milikku?
Ketika semuanya tak terungkapkan dengan bahasa...
Ketika semuanya tak terdefenisikan dengan kata...
Akankah?
1 komentar:
Sabar ya, kak!
Posting Komentar